Image of Palestina, Tanah Surga yang Terluka

Text

Palestina, Tanah Surga yang Terluka



PALESTINA ADALAH ISTIMEWA, tidak hanya bagi Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena Palestina adalah salah satu negara yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Palestina juga istimewa bagi umat Islam, karena di negara inilah terdapat Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Masjidil Haram di Mekah. Ibu kota Palestina, Yerusalem, termasuk salah satu kota suci bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah. Di bumi Palestina juga banyak diturunkan nabi, dan menjadi tempat tinggal para sahabat Rasulullah dan para tabi’in.

Allah subhaanahu wata’ala menjadikan Palestina sebagai negara yang diberkahi sampai hari kiamat. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda, “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang tetap bertahan di atas kebenaran, mereka tidak akan terganggu dan berundur dari orang-orang yang menelantarkan mereka, sehingga datang pertolongan dari Allah.” Dalam riwayat Ahmad, para sahabat bertanya, “Di manakah mereka ge rangan, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Mereka di Baitul Maqdis dan pinggiran kota Baitul Maqdis.”

Dalam pembukaan UUD RI 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa. Maka, membebaskan negara yang terjajah, terlebih lagi Palestina, harus menjadi keberpihakan bangsa Indonesia. Berpihak pada Palestina bukan hanya dengan menjalankan kewajiban sebagai warga negara; lebih dari itu adalah dengan mewujudkan kecintaan sebagai sesama manusia, sesama umat Islam yang bersaudara, dan sebagai salah satu bukti cinta kepada Allah dan Rasulullah.

BAZNAS adalah lembaga yang didirikan pemerintah untuk melakukan pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran zakat. Salah satu asnaf zakat adalah riqab, yaitu seseorang yang menjadi abdi, hamba, atau orang yang dibeli untuk dijadikan budak. Wahbah az-Zuhaili mengartikan riqab sebagai seorang dengan status budak, baik budak yang membuat perjanjian dengan tuannya (al-mukatabun) maupun makna yang lebih luas, yaitu menyangkut perbudakan secara umum, bangsa dan juga seseorang yang masih dalam penguasaan, intimidasi, pengekangan dan eksploitasi orang/bangsa lain. Mengacu pada pengertian ini, bangsa Palestina bisa menjadi asnaf zakat dengan kategori riqab.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Palestina, Tanah Surga yang Terluka; Memoar Perjalanan Perempuan Indonesia Pertama ke Gaza
No. Panggil
-
Penerbit Badan Amil Zakat Nasional : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
lii + 196 halaman
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Memoar
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
V
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this