Image of Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat

Text

Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat



Salah satu upaya untuk menggali dan mengembangkan potensi zakat di Indonesia adalah mengoptimalkan keberadaan institusi zakat. Dari sisi penghimpunan riil, jumlah zakat yang berhasil dikumpulkan oleh institusi zakat resmi di seluruh Indonesia belum mencapai angka yang optimal. Berdasarkan data resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diketahui bahwa penghimpunan zakat nasional baru mencapai angka Rp5,02 triliun pada tahun 2016. Zakat yang terhimpun masih kurang dari 5% dibandingkan dengan total potensinya.

Salah satu faktor utama penyebab belum optimalnya penghimpunan zakat adalah masih rendahnya kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui institusi zakat. Selain mengedukasi masyarakat, salah satu strategi yang perlu dilakukan institusi zakat adalah menjaga kredibilitas dan akuntabilitas. Kesalahan dan pelanggaran dalam pengelolaan zakat akan berpotensi menimbulkan reputasi buruk bagi institusi zakat yang juga akan menimbulkan risiko yang fatal. Terdapat risiko yang secara langsung terkait dengan kinerja institusi zakat, misalnya kesalahan dalam penyaluran zakat. Terdapat risiko yang secara tidak langsung terkait dengan kinerja institusi zakat tetapi dapat berdampak cepat, misalnya kehilangan amil yang profesional. Terdapat risiko yang secara tidak langsung terkait dengan kinerja institusi zakat dan dampaknya cukup lama, misalnya adalah memudarnya reputasi institusi zakat yang tidak dirasakan dalam waktu singkat. Maka keberadaan buku terkait dengan konsepsi manajemen risiko dalam pengelolaan zakat menjadi sangat penting dan strategis. Perlu diakui, prinsip manajemen risiko dunia perbankan merupakan yang paling maju dibandingkan manajemen risiko di industri lain. Namun, tidak semua risiko perbankan perlu diadaptasi untuk industri bukan bank, terutama pengelolaan zakat oleh institusi zakat. Oleh karena itu, berdasarkan hasil International Working Group on Zakat Core Principles (IWG ZCP) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, BAZNAS, Islamic Development Bank (IDB), disepakati bahwa lembaga zakat juga memerlukan manajemen risiko. Identifikasi risiko institusi zakat merupakan hal yang sangat penting karena akan memengaruhi kualitas pengelolaan zakat.

Secara singkat buku Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat ini berisi identifikasi berbagai macam risiko yg berpotensi timbul di institusi zakat dalam 11 area besar risiko, atau 36 jenis risiko yang lebih rinci dengan jumlah total 405 risiko, yang dikelompokkan dalam risiko rendah, sedang, tinggi dan ekstrim. Dinilai dari 4 faktor, yaitu Likelihood, Impact, Vulnerability dan Speed of Onset, setiap risiko yg teridentifikasi dijelaskan nilai L, I, V, dan S-nya, dampaknya serta mitigasinya.

Penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat sebagai masukan otoritas zakat dalam membuat “Standar Manajemen Risiko” yang sejalan dengan Zakat Core Principle dan Technical Note on Risk Management for Zakat Institution, yang disesuaikan dengan karakteristik umum institusi zakat di Indonesia. Buku ini tentu akan sangat bermanfaat bagi praktisi dalam menyusun strategi manajemen risiko hingga mitigasinya yang disesuaikan dengan karakteristik khusus institusi zakat terkait. Selain itu buku ini juga bermanfaat bagi dunia akademik sebagai buku bacaan dan/atau textbook mata kuliah Islamic Social Finance, Zakat dan/atau Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat
No. Panggil
-
Penerbit PUSKAS BAZNAS : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xiii + 171 halaman; 21cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-5708-05-3
Klasifikasi
Referensi
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
I
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

JudulEdisiBahasa
Zakat Risk ManagementIen
Kajian Had KifayahIid

Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this